PROPOSAL SKRIPSI
Hubungan kebiasaan bermain game terhadap kesehatan
pencernaan di dusun siaga sungai raya
Disusun Oleh :
ERIYANTO
(I31111027)
PROGRAM
STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS
KEDOKTERAN
UNIVERSITAS
TANJUNGPURA
PONTIANAK
2013
PROPOSAL SKRIPSI
JUDUL SKRIPSI
Hubungan kebiasaan
bermain game terhadap kesehatan
pencernaan di dusun siaga sungai raya
A.
Latar Belakang Masalah
Dalam era teknologi ini
dunia semakin berkembang,perkembangan yang sangat pesat terjadi hampir di semua
aspek kehidupan,mulai dari dunia komunikasi,pendidikan,perdagangan dan dunia
hiburan,salah satu hiburan yang paling di gemari di masyarakat adalah game online,penggemarnya
sangat bervariatf mulai dari anak-anak hingga orang dewasa juga
menyukainya,bermain game online adalah suatu hal yang sangat
menyenangkan,sehingga ada yang melakukanya lebih dari delapan jam dalam
sehari.berbeda pada masa lampau,game yang di mainkan pada masa lampau adalah
game game tradisional yang lebih menjurus kepada olah raga yang tentunya saja
akan membuat orang yang memainkanya terasa segar dan bersemangat.pada masa
lampau bermain atau memainkan permainan harus menggerakan tubuh,berlari,melompat,dan
terus bergerak,namun karena kemajuan teknologi kini memainkan permainan dapat
dilakukan hanya dengan duduk di depan computer dan anda pun akan dimanjakan
dengan berbagai jenis permainan menarik dari berbagai perusahaan game,baik yang
lokal maupun internasional.dalam bermain game ini anak-anak dapat memainkannya
hingga lebih dari delapan jam dalam sehari,tentunya bukanlah waktu yang
singkat,kebanyakan anak-anak di perkotaan cendrung menghabiskan sepertiga
harinya untuk duduk di depan computer dan memainkan game faforit
mereka,tentunya kebiasaan ini bukan tidak ada efeknya,terutama pada kesehatan
pencernann.oleh karena itu perlu di lakukan penelitian terhadap hal tersebut
mengingat anak-anak adalah asset masadepan bangsa,tentunya perhatian kepada
mereka adalah sangat penting.
B.
Rumusan Masalah
Merujuk pada paparan diatas,
maka diambil beberapa rumusan masalah guna pembahasan sebagai batasan
penelitian, antara lain :
- Apasaja yang membuat anak-anak suka bermain game?
- Sejauh mana mereka menyukai game yang mereka mainkan?
- Berapa lama anak-anak bermain game dalam sehari?
- Bagaimana status kesehatan pencernaan mereka?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah
rumusan tentang hal yang akan dicapai oleh kegiatan penelitian (Dhofir,
2000:21).
Berdasarkan permasalahan
diatas maka tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah :
1.
Ingin mengetahui penyebab
kebiasaan bermain game pada anak di dusun siaga
2.
Ingin mengetahui
sejauhmana anak-anak tersebut menyukai game
3.
Mengtahui berapa lama
mereka bermain game dalan sehari
4.
Memahami hubungan
bermain game terhadap kesehatan penc
D.
Manfaat Penelitian
Kegunaan penelitian adalah follow up penggunaan informasi yang
tertera dalam kesimpulan (Dhofir, 2000:21)
Dari setiap penelitian yang
dilakukan dipastikan dapat memberi manfaat baik bagi objek, atau peneliti
khususnya dan juga bagi seluruh komponen yang terlibat didalamnya. Manfaat atau
nilai guna yang bisa diambil dari penulisan skripsi ini adalah :
- Segi Teoritis
a.
Untuk pengembangan
ilmu pengetahuan khususnya dalam dunia penelitian dan kesehatan
b.
Untuk memperkuat teori
tentang pengaruh aktifitas terhadap kesehatan manusia
- Segi Praktis
a.
Dapat mengantisipasi
pengaruh buruk bermain game pada kesehatan pencernaan
b.
Sebagai observasi pada
kebiasaan yang terjadi di masyarakat
c.
Sebagai bahan
referensi dan bahan dokumen untuk penelitian lebih lanjut.
E.
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif, yaitu mencari hubungan antara
variabel bebas (pengaruh kebiasaan bermain game) dengan variabel terikat (kesehatan
pencernaan). Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional,
dimana variabel-variabel yang termasuk faktor risiko dan variabel-variabel yang
termasuk faktor efek diobservasi
sekaligus dalam waktu yang sama (Notoatmodjo, 2005).
F.
Langkah kerja
a.
Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara langsung pada
pasien menggunakan kuesioner tentang kebiasaan bermain game lama dan
faktor-faktor terkait yang telah
terstuktur yang dilakukan sendiri oleh peneliti dan data mengenai kunjungan langsung ke warnet dimana anak-anak bermain game. Lembar wawancara ini berisi pertanyaan
tentang identitas, kepuasan pasien, dan praktek personal hygiene
oleh perawat .
b.
Analisis dan
pengolahan data
1.
Pengolahan
Data
Agar dalam penelitian
menghasilkan informasi yang benar, ada empat langkah-langkah yang harus
dilalui, yaitu :
a)
Editing
Mengecek isi formulir atau jawaban
kuesioner sudah diisi semua atau belum.
b)
Coding
Memberikan nilai pada lembar jawaban dan
kemudian menjumlahkan nilai jawaban pada masing-masing lembar kuesioner.
1) Variabel efek negative terhadap system
pencernaan
Kuesioner pada variabel efek
negative terhadap pencernaan terdiri dari 20
item pertanyaan dengan jumlah skor bermain game lama dengan nilai terendah 20 dan nilai tertinggi 100.
Dikategorikan
sebagai berikut :
Kode 1 : efek
negative bermain game rendah jika skor 20 – 46.
Kode 2 : efek
negative bermain game sedang jika skor 47 – 74.
Kode 3 : efek
negative bermain game tinggi jika skor 75 – 100.
2) Variabel bermain game lama
Kuesioner pada variabel praktek personal
hygiene terdiri dari 10 item pertanyaan dengan jumlah skor praktek personal
hygiene dengan nilai terendah 10 dan nilai tertinggi 30.
Dikategorikan sebagai berikut :
Kode 1 : keadaan buruk jika 10 – 16.
Kode 2 : keadaan cukup jika 17 – 23.
Kode 3
: keadaan baik jika 24 – 30.
a)
Entry Data
Memasukkan data atau jawaban kuesioner yang sudah
dinilai ke dalam perangkat komputer.
d) Tabulating
Mengolah data yang sudah
dientry tentang efek negatif dan bermain game lama menjadi tabel distribusi frekuensi dan dalam bentuk diagram
tebar sehingga mudah dibaca .
2.
Analisis Data
Terkait sifat penelitian ini, yaitu menggambarkan
secara deskriptif dan pengujian hipotesis, maka data yang telah diolah
disajikan dalam bentuk tabel-tabel frekuensi dan menggunakan analisis statistik
untuk selanjutnya dianalisis lebih lanjut dengan menggunakan piranti lunak
statistik. Berdasarkan tujuan dari penelitian ini maka beberapa teknik analisis
data yang akan dalam penelitian ini adalah :
a.
Analisis univariat ( diskriptif )
Tujuan dari analisis ini
adalah untuk menjelaskan atau mendiskripsikan karakteristik masing-masing
variable yang diteliti, yaitu variabel bermain game lama dan efek
negative terhadap pencernaan.
- Variabel
Independen : bermain game lama berefek buruk skor 10 – 16, bermain game lama
berefek baik bila skor 17 – 24, bermain game lama berefek baik bila skor 28 –
36.
- Variabel Dependen : efek negatif rendah bila skor 20 – 46, efek negatif sedang bila skor 47 – 74, efek negatif tinggi bila skor 75-100.
b.
Analisis bivariat
Setelah dilakukan
karakteristik masing-masing variabel dapat diteruskan analisis hubungan antara
dua variabel . Sebelum
variabel bebas dan terikat dianalisis terlebih dahulu dilakukan uji kolmogorov
Smirnov. Hasil uji kenormalan ternyata data berdistribusi normal, sehingga
untuk mengetahui hubungan antara variabel bermain game lama dengan variabel efek negative
terhadap pencernaan digunakan uji
korelasi Pearson.
G.landasan teori
I.Pengertian
game
Game berasal dari kata bahasa inggris yang memiliki
arti dasar Permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian
“kelincahan intelektual” (intellectual playability). Game juga bisa diartikan
sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin
dicapai pemainnya.
Kelincahan
intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu
menarik untuk dimainkan secara maksimal. Pada awalnya, game identik dengan
permainan anak-anak. Kita selalu berpikir game merupakan suatu kegiatan yang
dilakukan oleh anak-anak yang dapat menyenangkan hati mereka. Dengan kata lain,
segala bentuk kegiatan yang memerlukan pemikiran, kelincahan intelektual dan
pencapaian terhadap target tertentu dapat dikatakan sebagai game.
Tetapi
yang akan dibahas pada kesempatan ini adalah game yang terdapat di komputer,
baik off line maupun online. Saat ini perkembangan games di komputer sangat
cepat. Para pengelola industri game berlomba-lomba untuk menciptakan game yang
lebih nyata dan menarik untuk para pemainnya. Hal inilah yang membuat
perkembangan games di komputer sangat cepat. Sehingga games bukan hanya sekedar
permainan untuk mengisi waktu luang atau sekedar hobi. Melainkan sebuah cara
untuk meningkatkan kreatifitas dan tingkat intelektual para penggunanya.
Jadi, bermain game adalah suatu proses “fine tuning” (atau penyamaan frekuensi) dari logika berpikir anak-anak kita dengan logika berpikir aplikasi komputer yang canggih tadi. Pada saat bersamaan, game juga secara nyata mempertajam daya analisis para penggunanya untuk mengolah informasi dan mengambil keputusan cepat yang jitu. Namun, tentu saja kenyataan juga harus kita masukkan kedalam perhitungan. Kenyataan itu diantaranya adalah kecanduan para pemain / penggunanya yang akut terhadap permainan komputer semacam ini. Mereka bisa lupa segala-galanya akan tugas mereka yang lain termasuk tugas menuntut ilmu.
Jadi, bermain game adalah suatu proses “fine tuning” (atau penyamaan frekuensi) dari logika berpikir anak-anak kita dengan logika berpikir aplikasi komputer yang canggih tadi. Pada saat bersamaan, game juga secara nyata mempertajam daya analisis para penggunanya untuk mengolah informasi dan mengambil keputusan cepat yang jitu. Namun, tentu saja kenyataan juga harus kita masukkan kedalam perhitungan. Kenyataan itu diantaranya adalah kecanduan para pemain / penggunanya yang akut terhadap permainan komputer semacam ini. Mereka bisa lupa segala-galanya akan tugas mereka yang lain termasuk tugas menuntut ilmu.
Sejarah Game
Generasi
game pertama muncul dari ATARI 2600 merupakan konsole game pertama yhang sukses
di mansanya atari 2600 ini dirilis pada oktober 1977, waduh kalian sudah lahir
blom ya :p nah setelah itu dikenal dengan nama VCS (Video Computer System)
setelah
sukses pada generasi pertama atari tidak menyerah sampai disitu saja untuk
memajukan dunia game elektronik pada generasi kedua muncullah atari 7800 konsol
ini dirilis pada juni 1986 pada atari 7800 ini ada sedikit kemajuan dengan
menambahkan joystik sehingga user dapat lebih mudah untuk memainkan konsole
game ini namun pada masanya harga dari konsole game ini selangit yaitu $140
wuiih pada jamannya mungkin ini menjadi salah satu permainan termahal.
lalu
setelah Atari 7800 ada NES Nintendo entertaintment System nah inilah konsole
permainan pertama kali yang menggunakan 8 bit nah nintendo ini menghasilkan
produk produk game yang lain daripada yang lain salah satu game yang compatible
dengan NES ini adalah super mario bros.. (nah akhirnya kalian tau juga kan
knapa saya pasang gambar mario bross di depan karena itu menurut saya sebuah
logo untuk perkembangan game dari zaman ke zaman)
setelah
NES laris manis dengan super marionya lalu muncul lagi konsole game Sega Mega
Drive sega mega drive ini merupakan generasi ke tiga dari dunia game sega
menggunakan 16 bit dan dirilis pada tahun 1988, kalau tadi nintendo dikenal
dengan super mario brossnya sega juga tidak mau kalah dengan mengeluarkan game
sonic the hedhog,
pada
generasi ke empat dari sejarah game produksi game semakin menjamur dan
berkembang pesat salah satu contoh pada generasi ke empat ini lahirlah
playstation merupakan salah satu game konsole terlaris dan menurut saya terbaik
di indonesia bahkan di dunia merupakan terobosan baru di dunia game dengan
menggunakan 32 bit generasi kelima playstation atau yang lebih akrab kita sebut
PS semakin gencar melakukan produksi lainnya yang lebih mutakhir dengan
mengeluarkan konsole game PS2 namun pada generasi ke lima ini sangat banyak
sekali saingan saingan PS2 ,XBox, sega Saturn, Dreamcast, dari generasi kelima
ini sudah mulai banyak perusahaan perusahaan yang memproduksi konsole game.
Generasi
sekarang, pada tahun ini sudah banyak sekali konsole game menjamur di dunia PS
juga masih terus mengembangkan sistemnya dengan mengeluarkan PS3, Xbox juga
mengeluarkan XBOX 360, lalu nintendo juga mengeluarkan WII,
kita
tilik dari generasi pertama sampai generasi sekarang perkembangan game sangat
cepat sekali berkembang, bahkan sekarang lagi dikembangkan game yang
menggunakan kacamata khusus sehingga user dapat terhisap masuk kedalamnya.
Perkembangan Game
Meskipun sejarah
perkembangan game berlangsung selama lima dekade, game sendiri tidak populer
hingga akhir tahun 1970an. Berikut ini ringkasan sejarah game dan
perkembangannya.1958: Ahli Fisika membuat video game pertama yang menyerupai
permainan tenis meja.
· 1961:
Steve Russel, siswa MIT membuat game komputer interaktif pertama berjudul
Spacewar.
· 1966:
Ralp Baer menciptakan game interaktif menggunakan televisi.
· 1971:
Nolan Bushnell dan Ted Dabney membuat versi arcade Spacewar, yaitu Computer
Space.
· 1972:
Bushnell dan Dabney mendirikan Atari. Game pertama Atari adalah Pong.
· 1975:
Game komputer pertama dirilis, yaitu Gunfight.
· 1976:
Coleco merilis konsol video game pertama yang disebut Telstar.
· 1977:
Atari mengenalkan video game berbasis kartrid yang dikenal dengan nama Atari
2600.
· 1978:
Atari memperkenalkan trackball dalam game Football.
· 1978:
Midway merilis Space Invaders yang merupakan game arcade pertama yang
menampilkan skor tertinggi.
· 1979:
Atari mencoba mengembangkan konsol berhologram bernama Cosmos. Namun konsol
tersebut tidak pernah dirilis.
· 1979
Asteroid merupakan game pertama yang dapat memasukkan 3
karakter huruf pemilik skor tertinggi untuk disimpan di dalam mesin.
· 1980:
Activision menjadi vendor video game.
· 1980:
300.000 unit Pac-Man dirilis oleh Namco.
· 1981:
Arnie Katz dan Bil Kunkel menerbitkan majalah game pertama bernama Electronic
Games.
· 1982:
Atari mengeluarkan Atari 5200 untuk bersaing dengan Coleco.
· 1983:
Nintendo masuk ke pasar Jepang.
· 1985:
Game Tetris dikembangkan oleh programer Rusia, Alex Pajitnov.
· 1986:
Nintendo NES dirilis di Amerika Serikat.
· 1986:
Sega memperkenalkan Sega Master System (SMS) untuk bersaing dengan NES.
· 1986:
Atari memroduksi Atari 7800.
· 1989:
Nintendo memasarkan produk handheld Game Boy.
· 1991:
Nintendo mengeluarkan Super NES di Amerika Serikat.
· 1993:
Atari merilis Jaguar, konsol 64 bit pertama di pasaran.
· 1994:
Sega Saturn dan Sony Playstation memulai debutnya di Jepang.
· 1995:
Sony memasarkan PlayStation di Amerika Serikat.
· 1995:
Nintendo merilis Nintendo 64 di Jepang.
· 1996:
Demam Virtual Pet Tamagotchi melanda Jepang dan Amerika Serikat.
· 1997:
PlayStation menjadi game konsol terpopuler.
· 1998:
Sega memperkenalkan Dreamcast di Jepang. Konsol ini bekerja pada Microsoft
Windows CE.
· 2000:
Sony PlayStation 2 dirilis di Amerika Serikat dan menjadi fenomena baru.
· 2000:
Game The Sims dirilis dan menjadi game terpopuler.
· 2001:
Microsoft memperkenalkan Xbox dengan built-in hardrive dan port ethernet.
Nintendo memperkenalkan GameCube dan GameBoy Advance.
· 2004: Sony memroduksi
PSP, konsol portabel beresolusi tinggi.
· 2004:
Microsoft menciptakan Xbox 360 untuk bersaing dengan Sony.
· 2006:
Nintendo memasarkan Wii, konsol game revolusioner.
· 2006:
Sony mengeluarkan PlayStation 3, konsol yang canggih namun mahal.
· 2007:
Nintendo merilis Super Mario Galaxy untuk Wii.
· 2008:
Grand Theft Auto 4 memecahkan rekor penjualan tertinggi dalam minggu pertama
setelah rilis.
· 2008:
Wii Fit dipasarkan agar para pengguna merasakan manfaat olahraga dalam konsol.
· 2009:
Nintendo Wii Sports menjadi best seller video game.
Dampak
positif bermain game
1.
Aktivitas Fisik
Ada banyak video
game di pasaran yang dalam pengoperasiannya memerlukan beberapa jenis aktivitas
fisik. Apakah itu menari atau bermain gitar. Di sinilah dibutuhkan kecerdikan
orang tua untuk memiliki jenis game untuk anak-anak mereka, yang dapat
memaksa mereka (anak-anak) untuk bergerak ketimbang harus duduk di sofa
sepanjang hari.
2.
Kebugaran dan Gizi
Banyak game
yang menggabungkan unsur kebugaran, gizi dan hidup sehat sebagai tujuan utama
permainan. Bahkan tidak sedikit game yang menyajikan tujuan
utama permainan mereka pada kebugaran fisik, yang bertujuan mendorong para
pemain untuk menurunkan berat badan untuk mempertahankan gaya hidup sehat.
3.
Koordinasi mata dan tangan
Bermain video
game sebenarnya dapat meningkatkan ketangkasan anak Anda, yang sangat berguna
untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sebenarnya banyak jenis olahraga yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan koordinasi antara tangan dan mata, tetapi
hal itu kurang menarik keinginan anak-anak untuk mencobanya.
4.
Keterampilan social
Kurangnya keterampilan
sosial dan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain secara teratur dapat
merusak perkembangan anak dan bahkan menyebabkan depresi. Anak-anak yang pemalu
dan kurang percaya diri ketika bersosialisasi dengan teman mereka mungkin akan
lebih mudah membuka diri saat bermain video game. Dengan bermain game
online, anak-anak dapat berinteraksi dengan banyak orang, bahkan orang
yang tidak mereka kenal.
5.
Peningkatan kemampuan belajar
Kompleksitas games
memberikan anak Anda kesempatan untuk meningkatkan keterampilan kognitif
seperti memecahkan masalah dan membuat keputusan. Video game telah berkembang
ke titik di mana penggunanya harus mengambil kendali dan berpikir sendiri.
Bahkan banyak permainan yang mendorong anak untuk menjadi sabar dan kreativ dalam
memecahkan sebuah teka-teki sebelum mereka dapat maju ke tahap berikutnya.
6.
Sportivitas dan adil
Sportivitas dan
adil (fair play) adalah nilai-nilai yang umum dikembangkan dalam
olahraga dan organisasi. Game secara tidak langsung menawarkan Anak
Anda nilai-nilai ini, terutama saat bersaing satu sama lain.
7.
Mengurangi stress
Stres tidak hanya
dialami oleh orang tua tetapi juga anak-anak. Beberapa orang tua terkadang
menaruh harapan dan tuntutan yang sebenarnya anak-anak mereka tidak suka,
misalnya terkait hobi dan belajar. Bermain game dapat menjadi jalan
keluar bagi anak Anda lepas dari tekanan untuk mengurangi tingkat stres.
8.
Kerja tim
Kerjasama dan
kebutuhan untuk membangun team work kuat pengaruhnya saat anak bermain video
game. Beberapa game online misalnya, yang membutuhkan sebuah kerjasama
tim untuk mencapai kemenangan.
9.
Mengatasi rasa sakit
Bermain video game bisa menjadi
sarana untuk mengatasi rasa sakit fisik atau emosional, misalnya, pada
orang yang sedang menderita suatu penyakit di mana hanya dapat melakukan
aktivitas di kamar tidur.
10.
Membuat orang senang
Salah satu efek terbesar dari bermain game
adalah membuat orang bahagia. Namun, sangat penting untuk membatasi waktu
bermain game, karena ada kemungkinan bahwa alat ini membuat Anda
menjadi kecanduan. Biarkan anak-anak Anda untuk bermain game sesering
mungkin, tapi jangan lupa mengingatkan mereka untuk berhenti. Pastikan pula
anak Anda tetap melakukan aktivitas di lingkungan sosial
Dampak
negative bermain game terlalu lama
1. Kelelahan mata
Seperti yang kita tahu, lahan bermain sudah semakin
sedikit terutama di kota-kota besar. Dari kecil anak-anak sudah dikenalkan
dengan ponsel, konsol game, pc tablet, laptop, yang membuat mata mereka menjadi
pasif ketika berada di depan layar. Ketika bermain game, mata akan
terus-menerus 'dipaksa' untuk menatap obyek di layar monitor. Ini membuat mata
menjadi lelah.
2. Wasir atau ambeien
Keseringan duduk dalam waktu lama akan menyebabkan
peredaran darah tidak lancar, serta mendesak pembuluh darah vena yang ada di
daerah anus. Akibatnya pembuluh darah jadi menonjol dan timbul rasa sakit serta
panas.
3. Berkurangnya metabolisme tubuh
Bermain game sangat minim dengan aktifitas fisik.
Otot tidak melakukan aktifitas fisik sehingga menyebabkan metabolisme tubuh
turun. Dalam jangka panjang, massa otot akan menurun, terjadi obesitas, sakit
pinggang, menurunnya sistem imunitas sehingga mudah terkena penyakit.
4. Makan dan istirahat menjadi tidak teratur
Gamer yang maniak bermain game hampir pernah
mengalami hal ini. Nge-game berlebihan akan menyebabkan pola makan dan
istirahat berubah mengikuti jadwal main game mereka. Waktu makan dan istirahat
menjadi tidak teratur. Kondisi ini tentu saja sangat rentan bagi kesehatan
5. Terkena sindrom Carpal Tunnel
Sindrom Carpal Tunnel atau cedera otot tangan
ditandai dengan kesemutan, mati rasa, kelemahan serta kerusakan otot pada
pergelangan tangan dan jari. Penyebabnya adalah tekanan dan ketegangan saraf di
pergelangan tangan yang berfungsi merasakan dan menggerakkan tangan dan jari.
BEBERAPA GANGGUAN SISTEM PENCERNAAN
Appendiksitis :
Yaitu infeksi usus
buntu, dapat merembet ke usus besar dan menyebabkan radang selaput rongga
perut.
Diare
Penyakit
pencernaan yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun protozoa pada usus
besar. Karena infeksi tersebut, proses penyerapan air di usus besar menjadi
terganggu, akibatnya feses menjadi encer dan akan mengalir ke usus dengan cepat
sehingga defekasi menjadi lebih sering dengan tinja yang mengandung banyak air.
Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres),
makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam
waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi
dehidrasi.
Konstipasi atau
sembelit
Terjadi
akibat penyerapan air yang berlebihan pada sisa makanan di dalam usus besar.
Akibatnya, feses menjadi sangat padat dan mengeras sehingga sulit dikeluarkan.
Sembelit bisa disebabkan karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang
berserat dan terlalu banyak mengkonsumsi daging. Untuk mencegah sembelit
dianjurkan untuk buang air besar secara teratur setiap hari dan memperbanyak
makan sayuran atau buah-buahan serta minum air putih.
Maldigesti
Karbohidrat
Terjadi
karena produksi enzim untuk mencerna karbohidrat tidak memadai. Produksi enzim
ini sangat ditentukan oleh banyaknya protein.
Parotitis
Penyakit
gondong yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar air
ludah di bagian bawah telinga, akibatnya kelenjar ludah menjadi bengkak atau
membesar.
Tukak Lambung
(Ulkus)
Dinding
lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika
pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari
lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak
lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi
lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh
infeksi bakteri jenis tertentu.
Xerostomia
istilah bagi penyakit pada rongga mulut yang
ditandai dengan rendahnya produksi air ludah. Kondisi mulut yang kering membuat
makanan kurang tercerna dengan baik.
Beberapa
gangguan pencernaan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai
berikut: Peritonitis
merupakan
peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan pencernaan yang lainnya
biasanya karena akibat mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat merangsang
lambung, seperti alkohol dan cabe sehingga mengakibatkan rasa nyeri yang
disebut kolik.
Penyakit
pencernaan yang lainnya juga dapat disebabkan karena produksi HCl yang
berlebihan yang mengakibatkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus
halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan
lebih parah jika lambung dalam keadaan kosong karena pola makan yang tidak
teratur dan pada akhirnya membuat pendarahan pada lambung. Gangguan
pencernaan yang lain yang dapat terjadi pada lambung adalah gastritis atau
peradangan pada lambung.
Cara
mencegah timbulnya gangguan pencernaan & penyakit pencernaan
Seperti
yang telah disebutkan bahwa gangguan pencernaan bermacam-macam dan penyebabnya
pun berbeda-beda namun untuk melakukan tindakan pencegahan agar penyakit
pencernaan dapat kita hindari, anda dapat mecoba beberapa tips sederhana
berikut ini :
·
Menjaga waktu makan tidak terlalu berdekatan
agar makanan dapat dicerna dengan sempurna
·
Meningkatkan konsumsi makanan yang kaya akan
serat
·
Makanan yang dikonsumsi hendaknya dikunyah
dengan baik karena akan mempermudah proses pencernaan selanjutnya
·
Perhatikan komposisi seimbang antar lemak,
karbohidrat, dan protein dengan mengkombinasikan makanan, lauk pauk serta buah
dengan baik
·
Jangan makan atau minum yang terlalu panas atau
dingin karena dapat mengiritasi lapisan dinding lambung
·
Hindari makan terlalu banyak atau kekenyangan
·
Jangan berbaring atau tidur setelah makan, beri
jara anatara 1-2 jam
·
Hindari makanan yang dapat mengakibatkan iritasi
·
Batasi makanan atau minuman yang dapat memicu
gangguan pencernaan seperti (fast food, makanan yang mengandung koloseterol
tinggi, minuman beralkohol dan bersoda)
·
Kurangi makanan yang menimbulkan gas seperti
nangka, durian dan umbi-umbian
·
Perbanyaklah mengkonsumsi air putih , dll
·
Yang terpenting adalah selalu menjaga pola hidup
sehat dan melakukan pola makan yang sehat agar kita dapat terhindar dari
berbagai penyakit
Kebiasaan buruk para gamers adalah duduk brlama lama didepan
computer,serta melupakan waktu makan,dan BAK serta BAB ,sehingga ada
kemungkinan timbul penyakit seperti di bawah ini:
1. konstipasi
2. ambiyen
3. obesitas
KONSTIPASI
DEFINISI
Sembelit (Konstipasi)
adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kesulitan buang air besar atau
jarang buang air besar. Konstipasi akut dimulai secara tiba-tiba dan tampak
dengan jelas. Konstipasi menahun (kronik), kapan mulainya tidak jelas
dan menetap selama beberapa bulan atau tahun.
PENYEBAB
Konstipasi sering disebabkan oleh
berubahnya makanan atau berkurangnya aktivitas fisik.
Obat-obat yang bisa menyebabkan konstipasi adalah:
- Aluminium hidroksida (dalam antasid yang dijual bebas)
- Garam bismut
- Garam besi
- Antikolinergik
- Obat darah tinggi (anti-hipertensi)
- Golongan narkotik
- Beberapa obat penenang dan obat tidur.
Konstipasi akut kadang-kadang bisa disebabkan oleh keadaan yang serius, seperti:
- penyumbatan pada usus besar
- berkurangnya aliran darah ke usus besar
- cedera pada saraf atau urat saraf tulang belakang.
Kurangnya aktivitas fisik dan terlalu sedikitnya serat dalam makanan merupakan penyebab yang sering ditemukan pada konstipasi menahun.
Penyebab lainnya adalah:
- aktivitas kelenjar tiroid yang kurang (hipotiroid)
- kadar kalsium darah yang tinggi (hiperkalsemia)
- penyakit Parkinson
- penurunan kontraksi usus besar (kolon inaktif)
- rasa tidak enak (tidak nyaman) pada waktu buang air besar (defekasi).
Sedangkan faktor psikologis berperan pada konstipasi akut maupun konstipasi menahun.
Obat-obat yang bisa menyebabkan konstipasi adalah:
- Aluminium hidroksida (dalam antasid yang dijual bebas)
- Garam bismut
- Garam besi
- Antikolinergik
- Obat darah tinggi (anti-hipertensi)
- Golongan narkotik
- Beberapa obat penenang dan obat tidur.
Konstipasi akut kadang-kadang bisa disebabkan oleh keadaan yang serius, seperti:
- penyumbatan pada usus besar
- berkurangnya aliran darah ke usus besar
- cedera pada saraf atau urat saraf tulang belakang.
Kurangnya aktivitas fisik dan terlalu sedikitnya serat dalam makanan merupakan penyebab yang sering ditemukan pada konstipasi menahun.
Penyebab lainnya adalah:
- aktivitas kelenjar tiroid yang kurang (hipotiroid)
- kadar kalsium darah yang tinggi (hiperkalsemia)
- penyakit Parkinson
- penurunan kontraksi usus besar (kolon inaktif)
- rasa tidak enak (tidak nyaman) pada waktu buang air besar (defekasi).
Sedangkan faktor psikologis berperan pada konstipasi akut maupun konstipasi menahun.
Gejala
Penderita konstipasi memiliki tinja
yang keras, yang mungkin sulit untuk dikeluarkan.
Penderita juga merasakan rektumnya belum sepenuhnya kosong.
Penderita juga merasakan rektumnya belum sepenuhnya kosong.
H.Populasi
dan Sampel
1.
Populasi
Populasi
adalah seluruh unit yang mempunyai karakteristik atau
karakteristik-karakteristik sama dengan yang sedang diteliti (Nursalam, 2003).
Populasi yang
digunakan pada penelitian ini adalah semua anak dengan kebiasaan bermain game
lama di warnet dusun siaga sungai raya.
2.
Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang nilai/ karakteristiknya akan
diukur dan yang nantinya dipakai untuk menduga karakteristik dari populasi
(Sugiyono, 2006). Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik aksidental
sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan/ insedental anak
anak yang sedang bermain game dan memenuhi kriteria inklusi yang telah
ditetapkan.
Kriteria inklusi pada populasi penelitian yaitu : anak yang bermain game
lebih dari 5 jam dalam sehari, , anak telah berusia 10 tahun atau lebih (pasien
dewasa), anak mampu berbicara lancar, serta bersedia menjadi responden dengan
kriteria bersedia menandatangani surat persetujuan yang diajukan
peneliti..
I.Sistematika Penulisan
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori dan Konsep (yang mendukung variabel Penelitian)
1………………………
2. ……………………..
3. …………………….
dst…………………………
A. Teori dan Konsep (yang mendukung variabel Penelitian)
1………………………
2. ……………………..
3. …………………….
dst…………………………
B. Definisi Konsepsional
C. Operasionalisasi Variabel
D. Hipotesis
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Alat Pengukur Data
F. Teknik Analisis Data
A. Jenis Penelitian
B. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Populasi dan Sampel
D. Teknik Pengumpulan Data
E. Alat Pengukur Data
F. Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
Surya. (2005), Kiat Mengatasi Perilaku Anak2; IKAPI,jakarta.
Arivin. (2000). Ilmu
kesehatan anak; IKAPI, Jakarta.
Sertkan. (1996). Ilmu
pencernaan; Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.
Makhfudli. (2007).
Keperawatan Kesehatan Komunitas: Teori dan
Praktik dalam Keperawatan
; Direktorat Rumah Sakit Umum
dan Pendidikan, Dirjen Pelayanan Medik, Jakarta.
Depkes RI. (2008). Ilmu Keperawatan Komunitas Kosep dan
Aplikasi; Dirjen Pelayanan
Medik, Departemen Kesehatan, Jakarta.
Gillies, DA. (1998). Nursing
Management System Approachers, 2rd. Ed. Philadelphia; W. B. Sounders CO.
Nursalam. (2002). Pendekatan
Praktis Metodologi Riset Keperawatan. Info Media, Jakarta.
Nursalam. (2002). Manajemen
Keperawatan, Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional; Salemba
Medika, Jakarta.
Arikunto, S. (2005). Prosedur
Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, Edisi Ke IV; PT Rineka Cipta,
Jakarta.
siiip kakaa,,
ReplyDelete