Pada hari Kamis (13/12/2012) Gedung DPR kembali dikepung para perawat yang berasal dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).Tak hanya perawat yang sudah bekerja, para mahasiswa keperawatan dari UI, UIN dan Unpad serta kampus-kampus keperawatan lainnya juga ikut berdemo.
PPNI mendesak DPR mengesahkan RUU Perawat yang sejak 2004 lalu sudah masuk Program Legislasi Nasional.
"Kita akan mendesak agar RUU Perawat segera disahkan. Karena sejak 2004 lalu, RUU Perawat masih belum juga disahkan," kata Harif Fadillah, Sekjen PPNI, Rabu (12/12/2012).
Menurutnya RUU Perawat merupakan hal yang penting bagi mereka sebagai pegangan dalam menjalankan profesinya sebagai perawat. Terlebih lagi jika terjadi diskriminalisasi yang dialami perawat, seperti halnya jika penanganan pasien berujung pada tuntutan atau kesalahan.
"Kalau ada masalah pasti perawat yang paling pertama kali disalahkan. Padahal penanganan pasien itu sepenuhnya tanggung jawab dokter sesuai dengan undang-undang," jelasnya.
Hal itu juga sangat berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi sebagai perawat. Sehingga RUU Perawat akan memberikan batasan kompetensi kemampuan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan.
"Kalau anggota Dewan tidak sahkan kita tutup jalan tol," Dewi Irawati sebagai ketua PP PPNI menegaskan tuntutannya.
Benar saja, mereka langsung turun ke jalan. Pendemo memenuhi arus jalan di jalur lambat Jl Gatot Subroto. Belum sampai ke jalan tol. Kemacetan pun tak terhindarkan.
"Aksi demo rencananya akan berlangsung sampai besok, Jumat (14/12/21012) di Gedung DPR. Tidak menutup kemungkinan aksi ini akan berbuntut pada mogok makan," tambahnya.
sumber:http://www.inna-ppni.or.id/innappni/berita-267-perawat-bergerak-tuntut-ruu-keperawatan-segera-di-.html
No comments:
Post a Comment